Projects

SpringHill Projects

SpringHill Projects

Area Komersil

Kemayoran pada awalnya merupakan lapangan terbang internasional yang dihentikan per tahun 1985, yang asetnya masuk ke SekNeg (Sekretaris Negara). Dan dari awal Kemayoran direncanakan menjadi kota baru untuk perdagangan internasional dan bernuansa sangat hijau. Sesungguhnya tidak ada developer yang sanggup mengalokasikan lahannya 46% untuk kawasan hijau. Karena milik pemerintah, Kemayoran dapat melakukan hal tersebut untuk menciptakan satu kawasan bisnis yang sangat hijau. Impact hadirnya Kemayoran terhadap sektor properti, dengan mengalokasikan sebagian besar lahan hijau dan 10% untuk keperluan sosial dan pemerintah maka hadirlah JI Expo, rumah ibadah, rumah sakit, dan dengan infrastruktur yang luar biasa karena merupakan bekas landasan pesawat yang panjangnya 2.7 km dan terhubung ke pusat-pusat perdagangan dengan sangat efisien melalui banyak pilihan jalan. Keberadaan Kemayoran membuat lokasi yang sebelumnya kosong menjadi sangat strategis di tengah kota. Jadi pilihan yang terbaik untuk properti di tengah kota Jakarta. Dan perdagangan-perdagangan yang melalui JI Expo dan melalui office akan berkembang sangat pesat dengan adanya lahan baru di tengah kota seperti ini. Perlu disadari bahwa untuk memiliki lahan di Jakarta sangat sulit. Dengan adanya kawasan yang terintegrasi, infrastruktur yang tersusun rapi untuk kawasan hunian dan kawasan perdagangan/perkantoran, menjadikan hal ini sangat luar biasa. Lokasi ini dicanangkan oleh pemerintah untuk menjadi daerah kawasan bisnis internasional yang hijau. Didalam rencananya 46% tersebut adalah untuk kawasan hijau dan fasum/fasos. 10% untuk kantor-kantor pemerintah, dan selebihnya adalah untuk residensial dan perkantoran. Perumnas bersama developer lainnya masuk ke Kemayoran pada tahun 1990 mulai membangun proyek rusunami yang letaknya jika keluar dari jalan tol di sisi kanan terdapat 4 tower rusunami. Daerah ini banyak memiliki proyek high rise dan disayangkan pada tahun 1998 pada saat krisis beberapa tower terhenti karena krisis ekonomi. Ketika ekonomi pulih kembali semua mulai beranjak, dengan sebagai promotor salah satunya adalah Springhill. Di kawasan ini mulai dibangun banyak apartemen dengan Springhill mengembangkan 12 tower, dan grup-grup lain juga mengembangkan dengan total semuanya 31 tower hunian, dapat menampung semua segmen, dari segmen A, B, C, dan D. Semua tersedia di Kemayoran dengan harga yang lumayan terjangkau jika dibandingkan pusat kota lainnya di Jakarta.